Jumat, 27 Maret 2015

Rektor UNPAD Mengunjungi Mahasiswa KKN Desa Kertasari

Sebanyak 1577 Mahasiswa Unpad menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kab. Tasikmalaya. Mahasiswa/i KKN Unpad 7 dari 10 kecamatan ditempatkan di Tasikmalaya Selatan. Salah satunya ialah Kecamatan Cipatujah. Di Kecamatan Cipatujah sendiri ada beberapa Desa yang menjadi tempat bagi mahasiswa/i KKN mengemban ilmu selama 30 hari. Mahasiswa/i KKN akan hidup dengan masyarakat (membaur).
Seperti yang dilansir Dunia Kampus Ed. 11 (21/1),  Menurut salah satu koordinator KKN di Tasikmalaya selatan wilayah desa Cikawungading dan Desa Kertasari Kec. Cipatujah ini, Bapak Kusnandar, S.Sos, M.Si, menjelaskan sejak tahun 2009 Unpad mengembangkan model KKNM (kuliah Kerja Nyata Mahasiswa) yang disebut KKNM-PPMD Integratif, yaitu sebuah model KKN mahasiswa yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berarti dalam kegiatan KKNM-PPMD Integratif ini ada dua kegiatan yang dilaksanakan secara simultan, yaitu kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan kegiatan yang dilakukan oleh dosen.
"Dengan model ini, kegiatan KKN mahasiswa semakin ditegaskan sebagai kegiatan akademik atau kegiatan pembelajaran. Adapun yang menjadi sumber ialah masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi dari KKNM, yaitu belajar dari masyarakat" jelas Pak Engkus.
Pada Rabu, 14 Januari 2015, sekitar pukul 5 sore, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Kusnandar, S.Sos, M.Si bersama Team Lembaga Pengembangan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dan rektor UNPAD, Bapak Prof. Dr. Ganjar Kurnia DEA mengunjungi kediaman mahasiswa/i KKN Kec. Cipatujah terutama Desa Kertasari.
Mahasiswa/i KKN we-fie bersama Rektor Unpad, Bapak Prof. Dr. Ganjar Kurnia DEA
Mahasiswa/i KKN we-fie bersama Rektor Unpad, Bapak Prof. Dr. Ganjar Kurnia DEA
Kehadiran beliau disambut meriah dan senang oleh mahasiswa/i KKN, suatu kehormatan rektor Unpad datang mengunjungi mahasiswa/i KKN di Desa Kertasari ini bila ditinjau dari aspek akses jalan yang lumayan jauh dari jalan raya dan perkotaan.
Sore itu, Bapak Ganjar menanyakan kepada mahasiswa/i KKN Kertasari mengenai Desa Kertasari, potensi beserta permasalahan yang ada, serta kontribusi mahasiswa/i KKN untuk Desa Kertasari. Adapun materi pertanian yang diberikan langsung oleh Rektor Unpad tersebut kepada mahasiswa/i KKN Unpad.
Rektor Unpad, Bapak Prof. Dr. Ganjar Kurnia DEA mengunjungi mahasiswa/i KKN Kertasari dan memberikan materi serta bekal KKN di kediaman Ibu Hj. Fatonah. (14/1)
Rektor Unpad, Bapak Prof. Dr. Ganjar Kurnia DEA mengunjungi mahasiswa/i KKN Kertasari dan memberikan materi serta bekal KKN di kediaman Ibu Hj. Fatonah. (14/1)
Di akhir pengunjungan, tak luput mahasiswa/i KKN Kertasari pun mengabadikan foto bersama orang nomor satu di Unpad, yaitu Bapak Rektor Prof. Ganjar Kurnia dan jajarannya, beserta pemilik kediaman kami, Ibu Hj. Fatonah. (/fap)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama Rektor UNPAD dan jajarannya, Team LPPM, Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Kusnandar, serta pemilik kediaman Ibu Hj. Fatonah.
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama Rektor UNPAD dan jajarannya, Team LPPM, Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Kusnandar, serta pemilik kediaman Ibu Hj. Fatonah.

Festival Rarangken Sawah

Festival Rarangken Swah
Festival Rarangken Sawah
Sawah? Festival? Ya itu lah pertanyaan yang pertama kali timbul di benak pikiran saya ketika mendengar Festival Rarangken Sawah.
Festival Rarangken Sawah ini merupakan acara puncak mahasiswa/i KKN Unpad Desa Kertasari bersama Dosen Pembimbing Lapangan, yaitu Bapak Kusnandar.
Mahasiswa KKN Desa Kertasari (Ogie) menyiapkan persiapan sebelum Festival Rarangken Sawah)
Mahasiswa KKN Desa Kertasari (Ogie) menyiapkan persiapan sebelum Festival Rarangken Sawah)
Beberapa hari sebelumnya, mahasiswa/i KKN mempersiapkan diri untuk Festival Rarangken Sawah ini, dengan melakukan Gladi Resik. Seperti namanya, Festival Rarangken Sawah ini diadakan di sawah, di curug Pasirkoja, Dusun Leuwipicung, Desa Kertasari, Kec. Cipatujah pada Selasa (3/2). Tujuan dari Festival rarangken Sawah ini selain merupakan program mahasiswa/i KKN bersama dengan DPL, yaitu memperkenalkan kesenian/hiburan/kaulinan sawah yang sudah sejak lama ditinggalkan kepada generasi muda maupun masyarakat sekitar, mengasah kemampuan generasi muda (SD, SMP, dan SMA) bekerja team dalam membuat kaulinan sawah di Sunda.
Peserta melakukan registrasi saat Festival Rarangken Sawah
Peserta melakukan registrasi saat Festival Rarangken Sawah
Acara dimulai dengan peserta dan para tamu undangan melakukan registrasi.
Perwakilan mahasiswa (Zenal Furqon dan Lias Ate) menjadi MC saat acara Festival Rarangken Sawah
Perwakilan mahasiswa (Zenal Furqon dan Lias Ate) menjadi MC saat acara Festival Rarangken Sawah
Pembukaan diawal dengan pembacaan Al Quran oleh salah satu mahasiswi KKN Desa Kertasari, yaitu Mardhiyah.
Pembukaan diawal dengan pembacaan Al Quran oleh salah satu mahasiswi KKN Desa Kertasari, yaitu Mardhiyah.
Acara ini di pandu oleh MC Zaenal Furqon dan Lias Ate. Dan acara ini dibuka dengan pembacaan Al Quran oleh perwakilan mahasiswa KKN Desa Kertasari. Dengan sambutan dari DPL kami, Koordinator Desa Kertasari, Komandan Koramil, serta Kepala Camat Kec. Cipatujah memulai acara Rarangken sawah.
Kepala Camat Kec. Cipatujah memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Kepala Camat Kec. Cipatujah memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Dankoramil memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Dankoramil memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Desa Kertasari, Bapak Kusnandar memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Desa Kertasari, Bapak Kusnandar memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Koordinator Desa Kertasari memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Koordinator Desa Kertasari memberikan sambutan saat acara Festival Rarangken Sawah
Acara ini diikuti oleh peserta dari Dua Desa, yaitu Desa Cikawungading dan Desa Kertasari. Dimana dari setiap dusunnya mengirimkan perwakilannya sekitar 5-6 orang untuk setiap sekolahnya.
Team 1
Team 1
Team 2
Team 2
Team 3
Team 3
Team 4
Team 4
Team 5
Team 5
Team 6
Team 6
Acara dimulai dengan sambutan, lalu peninjauan langsung perangkat desa dan kecamatan, serta tamu penting, ke lokasi lomba yang dipandu oleh mahasiswi KKN kami, Fitria Adianti.
Salah satu mahasiswi KKN Desa Kertasari (Fitria Adianti) memberikan penjelasan mengenai kaulinan sawah kepada para tamu undangan Festival Rarangken Sawah
Salah satu mahasiswi KKN Desa Kertasari (Fitria Adianti) memberikan penjelasan mengenai kaulinan sawah kepada para tamu undangan Festival Rarangken Sawah
Ia memperkenalkan berbagai kaulinan Sunda baik yang akan digunakan sebagai lomba ataupun tidak, seperti batok ngisang, kokoprok, kokolpeteng, leang-leang, dan pancu rendang. Adapun pengertiannya, yaitu:
Batok Ngisang
Batok Ngisang
Batok ngisang: alat yang terbuat dari batok kelapa, bambu, dan kolotok kerbau, yang dirangkai untuk menampung air dan mengeluarkan bunyi. Alat ini sangat bergantung dengan air, bila tidak ada air maka tidak akan mengeluarkan suara.
Kokoprok
Kokoprok
Kokoprok: yang terbuat dari bambu dan mengeluarkan bunyi jika digerakkan.
Kokol Peteng
Kokol Peteng
Kokolpeteng: alat yang terbuat dari nampan, bambu, alat ini sangat bergantung dengan kekuatan angin, dapat mengeluarkan suara jika terhembus oleh angin.
Leang-leang
Leang-leang
Leang-leang: yang terbuat dari daun kelapa kering, ini hampir berfungsi dengan orang-orangan sawah, yang berfungsi untuk menakut-nakuti burung atau hama. Dapat digerakkan dengan cara digoyang-goyang.
Pancur rendang
Pancur rendang
Pancurrendang: yang terbuat dari bambu, dan sangat mengandalkan air.
Kelima alat ini mempunyai fungsi sama, yaitu untuk menakut-nakuti hama baik burung, maupun babi hutan. Selain itu, disamping kelima kaulinan sawah ini dapat mengeluarkan bunyi dapat dijadikan hiburan oleh orang-orang zaman dulu saat bekerja di sawah.
Anak-anak bekerja team saat mengerjakan batok ngisang
Anak-anak bekerja team saat mengerjakan batok ngisang
Adapun yang dilombain, yaitu Batok ngisang dan pancurrendang. Motif tersendiri dari lomba ini pun, mengasah generasi muda dalam bekerja team, ketelitian dengan menggunakan pisau tajam dan bambu, serta kecekatan dan ketepatan, serta kecerdikan mereka.
Acara dimulai dengan persiapan alat-alat bambu, lalu workshop dan perlombaan.
Anak-anak melakukan persiapan sebelum lomba
Anak-anak melakukan persiapan sebelum lomba
Suasana workshop Festival Rarangken Sawah
Suasana workshop Festival Rarangken Sawah
Acara ini berlangsung sangat ramai dan penuh antusias. Di penghujung lomba kami pun menemukan 3 pemenang dan juara harapannya.
Team yang memenangkan juara Harapan III
Team yang memenangkan juara Harapan III
Team yang memenangkan juara Harapan II
Team yang memenangkan juara Harapan II
Team yang memenangkan juara Harapan I
Team yang memenangkan juara Harapan I
Team yang memenangkan Juara III
Team yang memenangkan Juara III
Team yang memenangkan Juara II
Team yang memenangkan Juara II
Team yang memenangkan Juara I
Team yang memenangkan Juara I
Adapun juri dari Festival Rarangken Sawah, yaitu:
Para dewan juri Festival Rarangken Sawah berfoto bersama di penghujung acara
Para dewan juri Festival Rarangken Sawah berfoto bersama di penghujung acara
Acara ini sekaligus perpisahan dari mahasiswa/i KKN Desa Kertasari kepada warga Kertasari.
Kepala Desa Kertasari memberikan sambutan akan berakhirnya acara Festival Rarangken Sawah sekaligus perpisahan mahasiswa/i KKN Kertasari dengan warga
Kepala Desa Kertasari memberikan sambutan akan berakhirnya acara Festival Rarangken Sawah sekaligus perpisahan mahasiswa/i KKN Kertasari dengan warga
memberikan sambutan akan berakhirnya acara Festival Rarangken Sawah sekaligus perpisahan mahasiswa/i KKN Kertasari dengan warga
memberikan sambutan akan berakhirnya acara Festival Rarangken Sawah sekaligus perpisahan mahasiswa/i KKN Kertasari dengan warga
Koordinator Desa Kertasari (Surya Pratam) memberikan plakat kepada kepala Desa Kertasari sebagai rasa ucapan terima kasih telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami mahasiswa/i KKN Kertasari
Koordinator Desa Kertasari (Surya Pratam) memberikan plakat kepada kepala Desa Kertasari sebagai rasa ucapan terima kasih telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami mahasiswa/i KKN Kertasari
Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Kusnandar memberikan plakat secara simbolik kepada Kepala camat Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya (3/2)
Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Kusnandar memberikan plakat secara simbolik kepada Kepala camat Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya (3/2)
Semoga keberadaan kami di Desa Kertasari meninggalkan jejak positif, bermanfaat untuk kedua belah pihak, dan tentu meninggalkan kesan dan pesan yang tak terlupakan. Terimakasih Desa Kertasari. We'll remember it all the time :) (/fap)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama Warga Cipatujah sebagai akhir dari Festival Rarangken Sawah dan perpisahan KKN Unpad 2015
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama Warga Cipatujah sebagai akhir dari Festival Rarangken Sawah dan perpisahan KKN Unpad 2015

Liburan Sejenak Objek Wisata Terdekat Cipatujah

Tentu banyak objek wisata yang menjadi incaran bagi remaja maupun kalangan keluarga. Kali ini objek wisata yang akan dibahas terletak di Kab. Tasikmalaya.
Saat mahasiswa/i melaksanakan program KKN UNPAD, berbagai kalangan mahasiswa/i mencari objek wisata yang dapat dikunjungi sejenak untuk memanjakan diri atau pikiran. Kami yang melaksanakan KKN di Desa Kertasi, Kec. Cipatujah ini menemukan objek-objek wisata yang masih belum marak menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia, namun memiliki keindahan yang luar biasa.
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama di Pantai Sindangerta setibanya di Kec. Cipatujah (7/1)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama di Pantai Sindangerta setibanya di Kec. Cipatujah (7/1)
Yang pertama, adalah Pantai Sindangkerta, pantai yang terbentang luas ini terletak di sepanjang jalan Desa Sindangkerta. Pantai yang terkenal dengan suasana pantai yang adem dan sejuk ini menampilkan keindahan bawah laut yang belum tentu ada di pantai lain. Keadaan pantai surut menjadikan pantai ini mempunyai rumput laut dipermukaannya. Warna air laut yang begitu jernih dan warna-warni rumput laut yang tampak.
Permukaan pantai Sindangkerta dengan air laut yang jernih dan indahnya warna-warni rumput laut.
Permukaan pantai Sindangkerta dengan air laut yang jernih dan indahnya warna-warni rumput laut.
Lalu, Pantai Cipatujah. Pantai dengan pasir coklat ini pun kerap menjadi tempat singgah disaat masyarakat berpergian ke Kab. Tasikmalaya ini. Pantai yang masih jarang dikunjungi pengunjung ini memiliki bantaran pantai yang sangat luas, bisa dibilang sepanjang kec. Cipatujah.
Mahasiswi KKN Desa Kertasari (Novalita & Fitria) berfoto bersama di pantai Cipatujah saat melakukan survey KKN Unpad (24 Desember 2014)
Mahasiswi KKN Desa Kertasari (Novalita & Fitria) berfoto bersama di pantai Cipatujah saat melakukan survey KKN Unpad (24 Desember 2014)
Ketiga, Body Rafting Citumang. Kali ini mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berkesempatan mengisi liburan sejenak di objek wisata Citumang (25/1). Dengan berbagai paket yang ditawarkan, kami dapat menikmati objek wisata ini. Perjalanan sekitar 2-3 jam dari Desa Kertasari menuju objek wisata ini. Kami memilih paket 50rb/orang untuk menikmati body rafting di Citumang ini. Jarak yang ditempuh untuk Body rafting pun lumayan jauh dan sangat memuaskan, serta recommended. Banyak mahasiswa/i KKN Unpad yang mengisi liburan sejenak mereka ke objek wisata Citumang ini. Objek wisata yang masih bersih dan alami ini cukup berhasil memanjakan kami para mahasiswa/i KKN Unpad. Mahasiswa/i KKN pun dapat mencoba melepaskan kepenatan dengan meloncat dari ketinggian tebing 5m, 7m, atau bahkan 12m. Setelah sekitar 1 sampai 2 jam kami di dalam air, mahasiswa/i KKN pun dimanjakan dengan suguhan disana seperti makan siang yang disediakan dengan hanya menambah 20rb saja.
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama sebelum memulai body rafting di Citumang (25/1)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama sebelum memulai body rafting di Citumang (25/1)
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Fakhrun) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 7m.
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Fakhrun) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 5m.
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Surya) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 7m.
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Surya) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 7m.
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Fakhrun) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 9m.
Salah satu mahasiswa/i KKN Desa Kertasari (Fakhrun) mencoba memacu adrenalin dengan mengayunkan badanya dari ketinggian 9m.
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama saat menikmati wisatabody rafting di Citumang (25/1)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama saat menikmati wisatabody rafting di Citumang (25/1)
Lalu, Pantai Batu Karas, Pangandaran. Hanya sekitar 30 menit dari Citumang. Pantai Batu Karas pun sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Kami mahasiswa/i KKN Desa Kertasari mencoba water sport seperti Banana Boat, hanya dengan membayar 20rb/orang kami dapat menikmati sensasinya menaiki watersport ini.
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama saat menikmat objek wisata di Batuk Karas (26/1)
Mahasiswa/i KKN Desa Kertasari berfoto bersama saat menikmat objek wisata di Batuk Karas (26/1)
Adapun berbagai pantai diantaranya, Pantai Pangandaran yang sudah sangat terkenal dan kerap ramai menjadi tujuan wisata masyarakat Indonesia, kami pun hanya singgah sejenak untuk makan. Lalu, adanya objek wisata Green Canyon, yang dapat dinikmati dengan mengelilingi danaunya atau body rafting. Green Canyon pun menawarkan berbagai pilihan rafting, Lalu adanya objek wisata Batu Hiu.
Ini lah beberapa objek wisata yang sempat kami kunjungi dan kenali di sekitar Kec. Cipatujah, terutama dari Desa Kami. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat atau kerap menjadi referensi bagi para pembaca. :) (/fap)